andreas setiarama's page

Andreas' posts with tag: complaint

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag complaint
Blog EntrySOLARIA: Mie Ayam Bakso + KecoaSep 24, '07 9:17 PM
for everyone
Sesuai dengan pernyataan lisan yang saya berikan kepada pihak SOLARIA dalam hal ini saya sampaikan kepada sdri. Ema (Kasir) jika dalam waktu 2 hari/sampai dengan hari Senin tanggal 24 September 2007 pihak manajemen SOLARIA tidak juga menghubungi saya perihal keluhan/kekecewaan yang saya alami, saya akan mempublikasikannya kepada khalayak ramai melalui media masa.

Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2007, Saya bersama 2 orang teman saya memutuskan utk makan malam di restoran "SOLARIA" yang bertempat di gedung OIL CENTER, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (depan EX). Berhubung saya tidak terlalu lapar, saya memilih "Mie Ayam Bakso" dan "Es Teh Manis" dari menu yang ditawarkan sementara kedua teman saya memilih menu yang berbeda.
 
Sekitar 10 menit kami harus menunggu sampai akhirnya semua makanan yang kami pesan tersedia di hadapan kami. Pada waktu itu suasana disana cukup ramai karena bertepatan dgn waktu berbuka puasa sampai saya harus menunggu cukup lama hanya untuk sekedar meminta tambahan kuah karena mie ayam yang saya makan terasa agak asin. Setelah kuah tambahan datang, saya menuangkannya kedalam mangkuk mie ayam sambil mengaduk-aduk mie dan pernak-perniknya yang sudah tinggal separuh, dengan terkaget-kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang saya lihat, saya menemukan sosok serangga berwarna coklat yang saya yakini sebagai "kecoa". Temuan saya ini saya konfirmasikan kepada kedua teman saya untuk meyakinkannya dan kontan kedua teman saya berhenti menyantap makanannya masing-masing. Temuan saya ini akhirnya saya beritahukan ke salah seorang pelayan dengan perntanyaan basa-basi : "Apa ini mbak?" Pelayan tersebut langsung mengambil mangkuk mie ayam tersebut dan menyatakan permohonan maaf   dan menawarkan akan mengganti yang baru sambil pergi kembali masuk ke dapur. Saya dan teman-teman saya hanya bisa tertegun. Pasalnya bukan permintaan maaf dan penggantian makanan yang saya butuhkan saat itu tapi klarifikasi dari pihak manajemen SOLARIA perihal mengapa hal ini sampai terjadi.
 
Kembali saya memanggil pelayan-pelayan disana dan meminta apakah saya bisa bertemu dgn supervisor atau " duty manager " yang ada. Saya berusaha untuk sesopan mungkin memintanya karena saya tidak mau menggangu pelanggan yang lain yang sedang berbuka puasa namun nampaknya permintaan saya ini tidak diperhatikan dgn serius atau malah saya menduga segaja ditutup-tutupi. Seorang pelayan bernama Susi mengatakan bahwa hari itu tidak ada siapa-siapa, tidak ada supervisor ataupun duty manager. Saya memintanya untuk menghubungi via telefon. Sekali lagi dikatakan bahwa pihak manajemen SOLARIA tidak dapat dihubungi. Semakin kesal akhirnya saya meminta nomer handphone yang bisa saya hubungi untuk menyampaikan keluhan saya ini. Sebuah nomer handphone diberikan atas nama ibu Iroh. Terus terang tidak jelas apa jabatan ibu Iroh ini. Teman saya membantu saya menghubungi nomer tersebut dan menyampaikan keluhan saya namun ketika diminta utk datang ke lokasi, ibu Iroh ini tidak bersedia.
 
Saya sangat menyayangkan restoran sekelas SOLARIA ini tidak melengkapi bisnisnya dengan layanan hotline service untuk pengaduan pelanggan. Karena sudah tidak sabar menunggu akhirnya kami bertiga memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan meninggalkan pesan-pesan kepada Sdri. Ema (kasir). Saya menuliskan nama lengkap saya beserta nomer handphone saya dan memintanya untuk menyampaikannya kepada pihak manajemen SOLARIA untuk menghubungi saya. Saya tidak meminta uang saya kembali karena saya menganggap masalah ini belum selesai. Saya mengatakan jika dalam waktu dua hari (sampai dengan hari Senin, 24 September 2007)   pihak manajemen SOLARIA tidak juga memberikan tanggapan/klarifikasi atas keluhan saya, saya akan mempublikasikan pengalaman saya ini ke media masa.
 
Mulai saat itu saya meragukan higienitas dari makanan-makanan yang disajikan SOLARIA. Saya hanya bisa berharap kejadian yang menimpa saya ini tidak terjadi lagi kepada pelanggan-pelanggan SOLARIA yang lain dan semoga SOLARIA bisa lebih "jantan" dalam menjalankan bisnisnya.
 
Salam,
Andreas Setiarama

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help